Kamis, 29 Maret 2007

satu hari di piyungan

Dahulu kala, ditahun 1989, serombongan mahasiswa baru fakultas teknik UGM jurusan teknik geologi sedang (dengan sangat bersemangat) menjalani acara lapangan pertama mereka, di satu tempat sekitar piyungan, jogja. Seorang mahasiswa senior yg jd asisten dosen dengan garangnya menjelaskan sesuatu kepada adik2 kelasnya (yg menurut dia "ndeso2", "bodo2").

Begini katanya, "adik2, di depan kita ini ada singkapan batuan dari formasi XXX, yang secara petrografis terdeskripsi sebagai tuffaceous limestone". "Ada yg tau apa itu limestone?" (adik2nya bengong,,,,satu dua orang pura2 garuk2 kepala yg gak gatal). "Haduh..harus dikasih contoh ini". "Hai..kamu..yg tinggi kumisan kurus pake kacamata riben...kesini". (adik kelas dimaksud maju dengan PDnya). "heh, namamu sapa?" (si adik kelas menjawab) "SSS, mas." Sang asisten dosen sambil melotot bilang, "Aslimu ndi, cah?" Jawab si adik kelas, "Ngawi, mas." Sang asisten mendadak mengambil sebongkah batu dan bilang, "SSS, coba kamu diskripsikan kenampakan fisik sampel ini."

Si adik kelas dengan PD, "Warna coklat agak krem, ...trus..mmm.." (Sang asisten dengan muka seram dan suara menggelegar) "SSS, coklat #@*!-mu kuwi....ayo copot dulu kocomoto riben ndeso mu kuwi!!!!" (sambil mengedarkan pandangan ke seluruh adik2 kelasnya) "buat kalian semua..dengarkan baik2...kalian ini calon gelogist..kalo di lapangan kemlinthi make riben gimana bisa liat batuan dengan baik?" (dalam hati sang asisten bilang "kecuali pak dosen hadi soetomo")

2 komentar:

Alamat mengatakan...

test.test.test

Unknown mengatakan...

Kaya sik tak tulis neng email. Kuwi ngono pas field trip pisanan Geologi Fisik neng Mbayat, sik nganggo kacamata si Joni, lha aku mung melu-melu. Lha ketoke asistene pengin ndelok kacamataku. Kok gagah cah iki ngaggo kacamata, ngono ujare mas Dirham 86, terus kon nyopot, ditiliki merk-e, bul palsu...he..he..he...Weton sekaten