Kamis, 29 Maret 2007

satu hari di kampus lapangan Bayat


"nDaaarrrrrrrr.....", jerit Wondo. "Ayo...gek ndang mangan. Wis di klonteng2 karo panitia. Ra ngelih po kowe?" tanya Wondo sambil njungkati rambut di cermin dinding barak 3 kampus lapangan FT Geologi UGM Bayat.

"Sik to...iki lagi adus sisan nguras kolah. mBambut ki nek adus ra resik. Sabun mlebu nang kolah." kata Endar dengan cempreng-nya.

Di saat kedua sahabat ini sedang asik ngobrol, tiba2 terdengar suara orang (gendut) berlari. Sejurus kemudian terdengar pintu barak 3 dibuka dengan kasar. "gedubrakkkkkkkk..."

Wondo yg sedang nyisir rambut klimisnya kaget dan terpaksa mencari sumber bunyi itu. "owalahhhh..tibak-e kowe to mBut. Ana apa to?"

Mbambut, yang masih terengah-engah sambil memegang sebungkus besar djarum super isi 24 menjawab (kayaknya sih bertanya :P), "nDo..kowe weruh pendahuluanku ora?"

"Pendahuluan apa to? Ra dong aku." jawab Wondo. "Kuwi lho nDo, pendahuluan laporan KL 2 ku kok ilang. Padahal aku wis rampung tekan kesimpulan. Sopo to yo? Jangkrik tenan." jawab mBambut.

"halah..wong ming pendahuluan ilang we kok ribut to kowe ki. Lha wingi si Irwan malah kilangan huruf R seko mesin ketik-e. Ketoke ana sing iseng ngikir huruf R ben ilang. Mangkane nek ming pendahuluan ilang ki isih ra popo timbang huruf R ilang seko laporan KL mu." kata Endar yg tiba2 nylonong masuk dengan rambut basah bekas kramas pake sabun LUX.

"Wis to ayo gek ndang mangan...gek ndang rampung..gek ndang main sam-gong meneh. Aku isih anyel karo Berto. Wingi kalah akeh." tambah Endar sambil melangkah keluar menuju ruang makan.

Hint : mBambut was our dearest friend. He was sooooo big, and sooooooo on..hehehe...

pisss..pissss....no heart feeling :P

satu hari di piyungan

Dahulu kala, ditahun 1989, serombongan mahasiswa baru fakultas teknik UGM jurusan teknik geologi sedang (dengan sangat bersemangat) menjalani acara lapangan pertama mereka, di satu tempat sekitar piyungan, jogja. Seorang mahasiswa senior yg jd asisten dosen dengan garangnya menjelaskan sesuatu kepada adik2 kelasnya (yg menurut dia "ndeso2", "bodo2").

Begini katanya, "adik2, di depan kita ini ada singkapan batuan dari formasi XXX, yang secara petrografis terdeskripsi sebagai tuffaceous limestone". "Ada yg tau apa itu limestone?" (adik2nya bengong,,,,satu dua orang pura2 garuk2 kepala yg gak gatal). "Haduh..harus dikasih contoh ini". "Hai..kamu..yg tinggi kumisan kurus pake kacamata riben...kesini". (adik kelas dimaksud maju dengan PDnya). "heh, namamu sapa?" (si adik kelas menjawab) "SSS, mas." Sang asisten dosen sambil melotot bilang, "Aslimu ndi, cah?" Jawab si adik kelas, "Ngawi, mas." Sang asisten mendadak mengambil sebongkah batu dan bilang, "SSS, coba kamu diskripsikan kenampakan fisik sampel ini."

Si adik kelas dengan PD, "Warna coklat agak krem, ...trus..mmm.." (Sang asisten dengan muka seram dan suara menggelegar) "SSS, coklat #@*!-mu kuwi....ayo copot dulu kocomoto riben ndeso mu kuwi!!!!" (sambil mengedarkan pandangan ke seluruh adik2 kelasnya) "buat kalian semua..dengarkan baik2...kalian ini calon gelogist..kalo di lapangan kemlinthi make riben gimana bisa liat batuan dengan baik?" (dalam hati sang asisten bilang "kecuali pak dosen hadi soetomo")